Oleh: R. Yadi Suryadi – Pengamat Kebijakan Publik dan Politik Kepemimpinan Dedi Mulyadi pasca menjabat Gubernur Jawa Barat menampilkan satu dilema baru dalam tata kelola pemerintahan modern: antara efektivitas kepemimpinan berbasis konten dengan keharusan membangun konsensus kelembagaan. “Gubernur Konten”: Efisiensi yang Menjebak Julukan Gubernur Konten bukan sekadar label viral, tetapi simbol dari pergeseran cara berkomunikasi politik di era digital. Melalui publikasi masif aktivitas keseharian, Dedi Mulyadi berhasil menekan biaya komunikasi publik dan mempercepat transparansi birokrasi. Namun, efisiensi ini membawa jebakan serius: ruang demokrasi formal tergeser oleh mekanisme validasi publik melalui media sosial. “Pemimpin boleh populer karena konten, tapi keputusan publik tetap harus lahir dari musyawarah, bukan dari algoritma,” ujar R. Yadi Suryadi. Kebijakan-kebijakan yang kontroversial—seperti ide vasektomi bagi penerima bansos atau pengiriman siswa nakal ke barak militer—menjad...
Media Untuk Kepentingan Masyarakat Umum