WONOSOBO || RESPUBLIKA INDONESIA
Program Pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bergulir di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Wonosobo, telah berjalan beberapa bulan terakhir. Ribuan siswa TK, SD, SMP, SMA, hingga ibu hamil disebut telah merasakan manfaat dari program strategis tersebut. Namun, pelaksanaan di lapangan masih menyisakan sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.
Salah satu kejadian yang mengundang kekhawatiran terjadi di Kecamatan Selomerto, Wonosobo. Puluhan siswa dan guru di SDN 3 Karangrejo mengalami gejala pusing serta muntah-muntah usai menyantap makanan dari salah satu dapur penyedia MBG pada Jumat siang, 6 Februari 2026.
Para orang tua panik dan segera melaporkan kondisi anak-anak mereka kepada pihak sekolah. Berdasarkan data yang disampaikan Kepala SDN 3 Karangrejo kepada awak media, sedikitnya 24 siswa dan 2 guru mengalami keluhan serupa setelah menyantap makanan tersebut.
Kepala sekolah mengaku telah berkomunikasi dengan pihak SPPG terkait. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak ingin disalahkan apabila terjadi dampak kesehatan yang lebih serius pada siswa maupun guru.
Untuk memastikan informasi yang lebih akurat dan memberikan ketenangan kepada masyarakat, terutama para orang tua, tim media berupaya melakukan konfirmasi langsung ke dapur MBG terkait. Setelah menunggu beberapa waktu, awak media akhirnya mendapati BR, salah satu anggota tim dari yayasan pengelola program tersebut.
Namun, BR enggan memberikan keterangan terkait insiden yang dialami para siswa. Ia menyampaikan bahwa SPPG tidak akan memberikan informasi apa pun kepada media tanpa adanya laporan resmi dan izin dari humas Pemkab Wonosobo.
Sikap tertutup tersebut memantik keprihatinan. Di tengah semangat keterbukaan informasi publik dan kebebasan pers yang dijamin oleh UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, masih ditemukan oknum yang membatasi akses informasi yang seharusnya dapat menjadi konsumsi publik—terlebih menyangkut keselamatan anak-anak dalam program pemerintah.
Insiden ini mendorong perlunya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dapur MBG, sekaligus mempertegas pentingnya koordinasi antara penyelenggara, sekolah, dan masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi langkah baik pemerintah, namun pelaksanaannya perlu dijaga ketat agar tidak menimbulkan dampak kesehatan maupun keresahan bagi para orang tua siswa.
(Tim Investigasi Jurnalis Karya Media Nusantara Abadi)


Komentar
Posting Komentar